Suasana seminar nasional dalam rangka studi banding STAIN Pamekasan Madura di Auditorium lantai I kampus I UIN Walisongo Semarang Amana...
Amanat - Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, kedatangan tamu Studi Banding Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan Madura. Selasa (3/1).
Rombongan yang tiba di kampus I pagi pukul 06.30 itu, membawa 60 mahasiswa. Dalam kegiatan studi banding tersebut, diadakan pula dialog terbuka dan seminar nasional di Auditorium I UIN Walisongo, dengan tema Meningkatkan Profesionalisme Lulusan MPI melalui Edupreneurship untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Mohammad Atiqur Rohman, Pengurus HMJ MPI STAIN Pamekasan mengatakan, tujuan studi banding STAIN Pamekasan untuk mencari ilmu dan mengembangkan wawasan tentang pengelolaan Jurusan MPI di UIN Walisongo. Dari studi banding ini, harapannya bisa menjadi pemicu bagi MPI STAIN Pamekasan untuk berkembang.
“Karena Prodi MPI baru berdiri tiga tahun silam, kami merasa perlu mencari bekal untuk kemajuan kedepan,” ujar Atiq.
“Hal ini yang akan menciptakan inovasi dari tiap mahasiswa,” tambah Atiq.
Ketua HMJ MPI, Harun Al Rasyid menuturkan, wajar jika MPI UIN Walisongo Semarang menjadi salah satu tempat studi banding. Karena akreditasi A yang disandang, sepantasnya menjadi patokan bagi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) lain.
“Mungkin STAIN Pamekasana melihat MPI UIN Walisongo sudah akreditasi A, sehingga mereka tertarik mengetahui program yang ada di sini,” ungkap Harun.
Harun menambahkan, studi banding terlaksana atas jalinan kerjasama antara HMJ MPI UIN Walisongo dan STAIN Pamekasan. Dengan waktu yang singkat, studi banding di adakan dengan acara dialog terbuka dan seminar nasional.
“Jadi acara ini di gelar dalam satu waktu dua tema,” tambah Harun.
Rustiana
COMMENTS